Home » Tujuan, Eropa, Jerman

Memorial untuk Kaum Yahudi Terbunuh di Eropa

20 April 2010 One Comment

Holocaust Memorial

Memorial Holocaust

Memorial untuk Kaum Yahudi Terbunuh di Eropa (dalam Bahasa Jerman Denkmal für die ermordeten Juden Europas) didirikan di tengah kota Berlin pada tahun 2004. Hasil karya arsitek Peter Eisenman, monumen ini terdiri dari 2.711 kotak beton, yang ditata rapi di sebuah lapangan terbuka. Ukuran kotak kotak tersebut beragam, dan tanah disekeliling mereka dibuat bergelombang. Desain serupa ditujukan agar pengunjung yang berjalan diantara kotak kotak tadi merasakan kebingungan dan sulit menentukan arah; serupa dengan perasaan korban Holocaust saat di kamp konsentrasi.

Monumen ini, yang juga dikenal dengan nama Memorial Holocaust, sangat populer dengan turis karena berbagai alasan. Pertama tama, monumen ini melengkapi koleksi bangunan dan monumen Perang Dunia II di Berlin. Berjalan jalan di tengah kota Berlin, melihat berbagai monumen peninggalan masa perang adalah sebuah perjalanan yang menyentuh hati, dan monumen yang satu ini akan melengkapi perjalanan tadi. Holocaust sendiri adalah sebuah kejadian yang mengerikan, yang patut diingat sampai anak cucu kita. Kedua, lokasi tempat ini sangat strategis, dekat dengan banyak tujuan turis lainnya, termasuk Gerbang Brandenburg yang tersohor itu. Ketiga, desain monumen ini sangat baik, menata bentuk kotak yang sederhana untuk membentuk sesuatu yang sangat mengesankan. Keempat, monumen ini sangat kontroversial.

Memorial untuk Kaum Yahudi Terbunuh di Eropa

Memorial Holocaust dibangun dengan dana sebesar 25 juta Euro. Banyak warga yang mempertanyakan bijakkah mengeluarkan dana sebesar itu hanya untuk sebuah monumen? Apa lagi, tanah sebesar 19 ribu meter persegi di tengah kota Berlin tentu dapat digunakan untuk hal lain. Selepas dari itu, warga Berlin juga menyadari bahwa budaya corat coret tembok di Eropa (termasuk di Berlin sendiri) sudah cukup parah, dan mereka tidak perlu menambah 2.711 kanvas beton tambahan di kota mereka. Untuk mengatasi hal ini, mereka menggandeng sebuah perusahaan lokal untuk membuat zat kimia anti-grafiti. Tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar hingga suatu hari disadari bahwa perusahaan pembuat zat anti corat-coret tersebut dulu juga memproduksi bahan kimia yang pernah digunakan untuk membunuh para korban Holocaust. Repot deh!

Don't Miss These Interesting Articles:

Ubud, Bali
Kembali Ke Kraze Burgers
Savoring Peking Duck at QuanjudeMenikmati Bebek Peking di Quanjude
The Mysterious Duo (Part I): Mystery SpotSi Duo Misterius (Bagian I): Mystery Spot

One Comment »

  • The Berlin Wall | indahs: travel story & photography said:

    […] on an open plaza. The memorial has raised many critics and controversies. One of them as I read from TravCult, that the blocks were protected by anti-graffiti chemical coating until a newspaper in Switzerland […]

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.